Oleh: AnneAhira.com Content Team
Kerajinan tangan merupakan hasil olah keterampilan yang dilakukan oleh seserang atau sekelompok orang untuk dikoleksi sendiri atau diperjual belikan.
Dengan cara seperti ini, maka kerajinan tangan dapat dijadikan sebagai peluang usaha atau bisnis bagi orang-orang. Dan, untuk kondisi ini, maka setiap orang berusaha membuat kerajinan tangan yang mudah dijual.
Pada kondisi kehidupan yang serba ketat ini, kita memang sudah seharusnya mempunyai tingkat kreativitas yang tinggi. Kita pun harus selalu memperhatikan berbagai peluang usaha yang dapat dijadikan sebagai sumber pendapatan. Kita harus dapat membuat kerajinan tangan yang mudah dijual agar kita mempunyai sumber penghasilan selain pekerjaan utama kita.
Sebenarnya tidaklah sulit membuat kerajinan tangan yang mudah dijual sebab ada banyak bahan yang dapat dipergunakan di sekitar kehidupan kita. Negeri kita sangat kaya atas bahan-bahan yang dapat menjadi keterampilan hidup. Bahkan, bahan yang kelihatannya sepele, dapat kita jadikan barang-barang dengan tingkat harga jual yang tinggi.
Bahan Dasar Tidak Perlu Mahal
Untuk membuat kerajinan tangan yang mudah dijual, kita memang hanya perlu tingkat kreativitas saja. Kita tidak perlu repot-repot mencari bahan dasar yang mahal di toko-toko. Untuk bahan yang kita gunakan untuk membuat kerajinan tangan yang mudah dijual dapat saja kita menggunakan bahan yang ada di sekitar kita, bahkan bahan bekas.
Membuat barang kerajinan tangan yang mudah dijual memang kita lebih menekankan pada tingkat keterampilan kita dan bukan bahan dasarnya. Dalam hal ini, kita memang menerapkan prinsip ekonomis, yaitu mengeluarkan modal sedikit tetapi mengambil hasil maksimal.
Dengan menggunakan bahan semurah mungkin, tetapi kita dapat menjual hasil kerajinan tangan tersebut dengan harga yang mahal. Dengan demikian, maka kita mendapatkan keuntungan yang lumayan.
Di dalam kehidupan kita, seringkali kita melihat ada barang-barang yang sebenarnya terbuat dari bahan yang murah, tetapi begitu menarik dan harganya lumayan mahal. Hal inilah yang sesungguhnya selalu kita upayakan agar dapat menjadi sumber penghasilan hidup kita. Dan, memang ini merupakan bagian dari kreasi dan daya inovasi kita untuk menghadapi kehidupan yang semakin ketat persaingannya.
Bentuk Tidak Perlu Terlalu Ruwet
Kalau dapat dipermudah, mengapa pula harus dipersulit? Kalau ada yang mudah, mengapa mencari yang sulit? Begitu seringkali kita mendengar banyak orang berkomentar atas berbagai kegiatan hidup yang dialami oleh orang orang di sekitarnya.
Dalam hal ini, pada saat kita membuat kerajinan tangan yang mudah dijual, maka perhitungan kita adalah sesuatu yang mudah. Kita harus membuat berbagai barang kerajinan yang sederhana, tetapi laku di pasar atau di masyarakat. Dengan demikian, maka barang-baran kerajinan yang kita hasilkan adalah barang-barang yang mempunyai tingkat kondisi sederhana.
Memang, agar barang kerajinan tangan yang kita buat dapat dengan segera kita jual, maka barang barang yang sederhana seringkali menjadi incaran banyak orang. Jaman sekarang ini, orang-orang lebih suka pada barang-barang yang sederhana.
Mereka ingin mempunyai barang-barang yang dapat dinikmati secara utuh karena konstruksinya yang sederhana. Orang-orang sekarang tidak perlu mengapresiasi barang-barang, bagi mereka kesederhanaan dan keunikan barang merupakan daya tarik tersendiri.
Sesuaikan Pangsa Pasar
Untuk memudahkan barang kerajinan tangan kita laku di masyarakat, maka kita harus menentukan pangsa pasar yang menjadi target barang kita. Hal ini sangat penting sebab dengan kesesuaian barang dengan targetnya, maka tingkat lakunya barang dapat meningkat.
Artinya, jika kita ingin menembak pangsa pasar anak-anak, maka kerajinan tangan yang kita produksi seharusnya sesuai dengan anak-anak. Jika barang yang kita hasilkan tidak sesuai dengan pangsa pasarnya, maka barang tersebut tidak dibutuhkan di masyarakat. Hal tersebut selanjutnya menjadikan barang tidak laku di masyarakat.
Begitu juga halnya terkait dengan harga yang kita banderol pada barang kerajinan yang kita produksi. Kita harus menyesuaikan harga barang dengan kondisi perekonomian masyarakat. Jika memang lingkungan masyarakat termasuk kelompok ekonomi menengah ke bawah, maka barang kerajinan yang kita jual seharusnya barang yang mampu mereka beli.
Kerajinan tangan yang mudah dijual memang seharusnya menjadi pertimbangan utama sebelum kita mulai menerjunkan diri dalam dunia bisnis. Kerajinan tangan memang merupakan peluang usaha yang masih terbuka lebar bagi semua orang. Tetapi, semua kembali pada kreativitas masing-masing orang dan kemauannya melakukan usaha kerajinan tangan ini.
Sumber: AnneAhira.com Content Team
Saturday, 5 March 2011
Wednesday, 23 February 2011
Tas-Tas Cantik Pemikat Hati
Oleh: AnneAhira.com Content Team
Coba kita tengok koleksi tas yang kita miliki, ada berapa banyak? Bagaimana dengan warna-warnanya? Sudahkah semua warna kita miliki? Lalu bagaimana dengan aneka kegunaannya? Kita tidak mungkin pergi ke pesta dengan tas ransel atau backpack bukan?
Kebutuhan akan tas, terutama bagi kaum wanita adalah bukan lagi sekadar untuk membawa perlengkapan pribadi saja. Tas saat ini sudah menjadi komoditi fashion, yaitu pelengkap fashion kaum wanita. Tas juga tidak lagi berbentuk kotak kaku, tetapi sangat dinamis dan artistik. Pernah melihat tas berbentuk karakter kartun? Atau berbentuk gitar barangkali? Atau malah sudah menghuni lemari?
Sesuai dengan perkembangan zaman dan liarnya ide-ide kreatif, jenis-jenis tas semakin banyak dan beragam, bahannya pun begitu, dari kulit binatang sampai denim. Tengok saja toko-toko tas, majalah, katalog belanja, iklan-iklan, semua menawarkan aneka tas pria dan wanita yang cukup menarik. Mulai dari harga Rp25.000,- sampai Rp18.000.000.000 WOW! Fantastis!
Nah, ingin tahu macam-macam bentuk tas? Mari kita simak penjelasan berikut.
• Semasa SD s/d SMA dulu saya menggunakan tas ransel ke sekolah. Apalagi ketika tas ransel saat itu sedang trend dengan warna-warna dinamis tanpa banyak detail. Tas ransel atau backpack adalah sejenis tas punggung yang ditilik dari namanya memiliki sisi macho dan maskulin, tetapi lihatlah sekarang, tas ransel khusus wanita telah banyak diproduksi dengan desain yang sangat cantik dan warna-warna menarik. Fungsi tas ransel cukup praktis dan fungsional baik dari bentuk maupun kegunaannya.
• Lalu ada pula yang dinamakan Baguette bag, yaitu jenis tas yang didesain untuk disandang di bahu dengan tali yang memiliki strap, sehingga kita dapat mengatur panjang pendeknya, bahkan sampai melewati dada pada sebagian Baguette bag yang berukuran panjang. Baguette bag yang cantik dihiasi oleh manik-manik, mutiara, benang emas bahkan berbahan dasar kulit buaya.
• Pernah memperhatikan tas-tas yang dipakai wanita ketika berada di pesta? Tas-tas cantik dengan bentuk mungil dan pas di tangan itu disebut Clutch Bag. Clucth sendiri memiliki arti genggaman, yang berarti tas yang digenggam. Clucth bag hadir dalam berbagai bentuk dan bahan; bundar, persegi, segitiga, segi lima dengan bahan satin, kulit binatang, kanvas, dan lain-lain.
Awalnya, clutch bag tidak memiliki pegangan, tetapi karena banyak wanita sulit membawanya terutama ketika harus berjabat tangan, makan, dan kegiatan lain di pesta maka clutch bag sekarang juga memiliki pegangan/handle, ada yang berbahan rantai besi halus, tali, pita, dan banyak lagi.
• Ketika kita berbelanja atau mendapat souvenir ulang tahun atau pernikahan, kita mendapat goodie bag yang berbentuk tas serut atau bisa juga menggunakan resleting dengan bahan dasar kain, nilon atau kanvas tipis, tas seperti ini bisa disebut sebagai Pouch bag. Pouch yang berarti kantong berarti tas serba guna untuk membawa aneka barang dengan berbagai macam ukuran. Pouch bag dibuat dengan aneka tambahan hiasan seperti manik dan renda atau kain perca, sehingga makin cantik dan tidak tampak terlalu sederhana.
• Pernah mendengar nama Kelly Bag? Oh bukan, tas ini bukan kepunyaan seorang wanita bernama Kelly, tetapi nama Kelly diambil dari nama seorang artis kenamaan yang cantik jelita, Grace Kelly, yang sangat menyukai tas kulit buatan Hermes. Bahkan ketika ia sedang difoto Paparazzi, ia menyembunyikan kehamilannya yang memang belum siap ia umumkan kepada dunia dengan tas ini.
Sejak itulah tas ini populer dengan sebutan Kelly Bag. Pada dasarnya tas ini memiliki bentuk yang kaku dan formal, seperti koper kecil atau tas laptop untuk ke kantor/bekerja dan berbahan dasar kulit binatang. Seiring dengan perkembangan mode, Kelly bag pun terus berinovasi dan memanjakan penggemarnya dengan aneka desain.
• Ternyata tas Pak Pos pun turut serta meramaikan trend tas di pasaran. Ya, Postman Bag atau Messenger Bag adalah tas yang cukup diminati karena modelnya yang praktis, cukup dilingkarkan/diselempangkan di dada kemudian si pemakai bebas melenggang tanpa harus takut tasnya jatuh atau melorot.
• Barangkali di antara kita pernah melihat tas atau dompet besar yang berbentuk bulan sabit atau setengah lingkaran? Ya, Itulah yang dinamakan Hobo Bag. Dengan tali panjang untuk disandang di bahu, membuat Hobo bag hadir sebagai tas modis yang cantik dengan desain unik. Mengapa dinamakan Hobo bag? Karena tas ini awalnya diilhami oleh para pekerja (kaum hobo) yang mengembara dari satu tempat ke tempat lainnya di Amerika pada abad ke 19, mereka biasa membawa semacam kantong yang diikatkan langsung ke bahu mereka.
• Jika ingin membawa berbagai keperluan sehari-hari yang cukup banyak (biasanya anak kuliah atau ibu-ibu), gunakan saja Tote Bag, yaitu tas jinjing yang berukuran besar dan dilengkapi oleh resleting atau tali. Pada beberapa tote bag bisa juga tidak ditemukan resleting atau penutup isinya sama sekali, seperti tote bag berbahan katun atau kanvas tipis misalnya. Kata Tote sendiri memiliki arti “membawa”.
Jadi, tas apa yang menjadi pilihan Anda?
Sumber : www.AnneAhira.com
Coba kita tengok koleksi tas yang kita miliki, ada berapa banyak? Bagaimana dengan warna-warnanya? Sudahkah semua warna kita miliki? Lalu bagaimana dengan aneka kegunaannya? Kita tidak mungkin pergi ke pesta dengan tas ransel atau backpack bukan?
Kebutuhan akan tas, terutama bagi kaum wanita adalah bukan lagi sekadar untuk membawa perlengkapan pribadi saja. Tas saat ini sudah menjadi komoditi fashion, yaitu pelengkap fashion kaum wanita. Tas juga tidak lagi berbentuk kotak kaku, tetapi sangat dinamis dan artistik. Pernah melihat tas berbentuk karakter kartun? Atau berbentuk gitar barangkali? Atau malah sudah menghuni lemari?
Sesuai dengan perkembangan zaman dan liarnya ide-ide kreatif, jenis-jenis tas semakin banyak dan beragam, bahannya pun begitu, dari kulit binatang sampai denim. Tengok saja toko-toko tas, majalah, katalog belanja, iklan-iklan, semua menawarkan aneka tas pria dan wanita yang cukup menarik. Mulai dari harga Rp25.000,- sampai Rp18.000.000.000 WOW! Fantastis!
Nah, ingin tahu macam-macam bentuk tas? Mari kita simak penjelasan berikut.
• Semasa SD s/d SMA dulu saya menggunakan tas ransel ke sekolah. Apalagi ketika tas ransel saat itu sedang trend dengan warna-warna dinamis tanpa banyak detail. Tas ransel atau backpack adalah sejenis tas punggung yang ditilik dari namanya memiliki sisi macho dan maskulin, tetapi lihatlah sekarang, tas ransel khusus wanita telah banyak diproduksi dengan desain yang sangat cantik dan warna-warna menarik. Fungsi tas ransel cukup praktis dan fungsional baik dari bentuk maupun kegunaannya.
• Lalu ada pula yang dinamakan Baguette bag, yaitu jenis tas yang didesain untuk disandang di bahu dengan tali yang memiliki strap, sehingga kita dapat mengatur panjang pendeknya, bahkan sampai melewati dada pada sebagian Baguette bag yang berukuran panjang. Baguette bag yang cantik dihiasi oleh manik-manik, mutiara, benang emas bahkan berbahan dasar kulit buaya.
• Pernah memperhatikan tas-tas yang dipakai wanita ketika berada di pesta? Tas-tas cantik dengan bentuk mungil dan pas di tangan itu disebut Clutch Bag. Clucth sendiri memiliki arti genggaman, yang berarti tas yang digenggam. Clucth bag hadir dalam berbagai bentuk dan bahan; bundar, persegi, segitiga, segi lima dengan bahan satin, kulit binatang, kanvas, dan lain-lain.
Awalnya, clutch bag tidak memiliki pegangan, tetapi karena banyak wanita sulit membawanya terutama ketika harus berjabat tangan, makan, dan kegiatan lain di pesta maka clutch bag sekarang juga memiliki pegangan/handle, ada yang berbahan rantai besi halus, tali, pita, dan banyak lagi.
• Ketika kita berbelanja atau mendapat souvenir ulang tahun atau pernikahan, kita mendapat goodie bag yang berbentuk tas serut atau bisa juga menggunakan resleting dengan bahan dasar kain, nilon atau kanvas tipis, tas seperti ini bisa disebut sebagai Pouch bag. Pouch yang berarti kantong berarti tas serba guna untuk membawa aneka barang dengan berbagai macam ukuran. Pouch bag dibuat dengan aneka tambahan hiasan seperti manik dan renda atau kain perca, sehingga makin cantik dan tidak tampak terlalu sederhana.
• Pernah mendengar nama Kelly Bag? Oh bukan, tas ini bukan kepunyaan seorang wanita bernama Kelly, tetapi nama Kelly diambil dari nama seorang artis kenamaan yang cantik jelita, Grace Kelly, yang sangat menyukai tas kulit buatan Hermes. Bahkan ketika ia sedang difoto Paparazzi, ia menyembunyikan kehamilannya yang memang belum siap ia umumkan kepada dunia dengan tas ini.
Sejak itulah tas ini populer dengan sebutan Kelly Bag. Pada dasarnya tas ini memiliki bentuk yang kaku dan formal, seperti koper kecil atau tas laptop untuk ke kantor/bekerja dan berbahan dasar kulit binatang. Seiring dengan perkembangan mode, Kelly bag pun terus berinovasi dan memanjakan penggemarnya dengan aneka desain.
• Ternyata tas Pak Pos pun turut serta meramaikan trend tas di pasaran. Ya, Postman Bag atau Messenger Bag adalah tas yang cukup diminati karena modelnya yang praktis, cukup dilingkarkan/diselempangkan di dada kemudian si pemakai bebas melenggang tanpa harus takut tasnya jatuh atau melorot.
• Barangkali di antara kita pernah melihat tas atau dompet besar yang berbentuk bulan sabit atau setengah lingkaran? Ya, Itulah yang dinamakan Hobo Bag. Dengan tali panjang untuk disandang di bahu, membuat Hobo bag hadir sebagai tas modis yang cantik dengan desain unik. Mengapa dinamakan Hobo bag? Karena tas ini awalnya diilhami oleh para pekerja (kaum hobo) yang mengembara dari satu tempat ke tempat lainnya di Amerika pada abad ke 19, mereka biasa membawa semacam kantong yang diikatkan langsung ke bahu mereka.
• Jika ingin membawa berbagai keperluan sehari-hari yang cukup banyak (biasanya anak kuliah atau ibu-ibu), gunakan saja Tote Bag, yaitu tas jinjing yang berukuran besar dan dilengkapi oleh resleting atau tali. Pada beberapa tote bag bisa juga tidak ditemukan resleting atau penutup isinya sama sekali, seperti tote bag berbahan katun atau kanvas tipis misalnya. Kata Tote sendiri memiliki arti “membawa”.
Jadi, tas apa yang menjadi pilihan Anda?
Sumber : www.AnneAhira.com
Tuesday, 25 January 2011
Keren Dengan Tas Kerajinan Tangan
Keren Dengan Tas Kerajinan Tangan
January 18th, 2011 admin
Oleh: AnneAhira.com Content Team
Siapa yang tak membutuhkan tas? Bagi sebagian orang, tas bukan saja kebutuhan namun juga merupakan pelengkap penampilan.
Untuk memenuhi semua keinginan konsumen ini, para produsen tas mengeluarkan berbagai bentuk dan ukuran tas. Warna dan bahan pembuatnya pun bermacam-macam. Kita dapat dengan mudah menemukan tas yang terbuat dari bahan kain, plastik, jeans, parasut, kulit, atau bahan-bahan kombinasinya. Di antara tas-tas buatan pabrik itu ada tas-tas yang tampak unik. Tas-tas ini adalah tas kerajinan tangan.
Aneka Tas Kerajinan Tangan
Tas kerajinan tangan ini tak hanya terbuat dari bahan-bahan yang sudah umum, seperti kain atau kulit. Sebaliknya, banyak tas kerajinan tangan ini terbuat dari bahan yang tak umum digunakan seperti: plastik bekas kemasan, kain perca, daun pandan, eceng gondok, batok kelapa, serat nanas, tali tambang, kaleng, dan sebagainya.
Bentuk tas ini pun beragam. Mulai dari bentuk segi empat yang paling umum dan sederhana, hingga bentuk yang tak lazim. Bentuk tas kerajinan tangan yang tak lazim ini biasanya yang terbuat dari batok kelapa atau kaleng bekas.
Tas yang terbuat dari batok kelapa berbentuk bulat dan berukuran kecil sebagaimana bentuk asli batok kelapa. Tas seperti ini lebih berfungsi sebagai aksesori. Kalaupun bisa diisi benda-benda, tentu terbatas pada benda-benda kecil seperti dompet atau ponsel.
Namun, tas batok kelapa juga bisa berbentuk seperti layaknya tas dari bahan yang lain. Caranya, batok kelapa itu dipotong-potong terlebih dahulu dengan ukuran tertentu, baru disatukan kembali dengan menggunakan kawat atau tali kenur.
Penampilan tas batok kelapa ini tentu tak sepolos batok kelapa asli yang baru dikupas. Tas batok kelapa ini sudah tampil cantik dan eksklusif. Dicat dengan warna natural (gradasi cokelat dan krem) serta dipernis mengkilat dan ditambahi aksesori-aksesori kecil seperti bunga kering, biji-bijian, atau kancing sebagai pemanis.
Tas batok kelapa ini cocok sekali digunakan untuk menunjang penampilan yang bergaya etnik atau natural. Harga tas kerajinan tangan batok kelapa ini pun melambung tinggi dibandingkan batok kelapa yang hanya dijadikan sebagai bahan pembuat arang.
Demikian pula tas kerajinan tangan yang terbuat dari kaleng. Ukuran tas dari bahan kaleng ini lebih beragam karena kaleng-kaleng yang bisa dijadikan bahan baku pun mempunyai aneka bentuk dan ukuran.
Tas kaleng ini terlihat sangat unik dan kuat. Agar tak berisik, bagian dalamnya dilapisi dengan bahan yang lembut. Pembeli dan pengguna tas ini tentu tak ingin terdengar seperti pengamen jalanan dengan alat musik kecrekannya.
Kuatkah Tas Kerajinan Tangan Ini?
Jawabannya, relatif. Tergantung pada:
* Bahan pembuat tas. Tas dari bahan kaleng tentu memiliki kekuatan yang berdea dengan tas yang terbuat dari anyaman daun pandan.
* Cara penggunaan. Tas kerajinan tangan ini akan kuat dipakai dalam waktu cukup lama jika dipergunakan sesuai dengan kekuatannya. Tas yang terbuat dari eceng gondok, misalnya, sebaiknya jangan digunakan untuk membawa diktat-diktat tebal nan berat.
* Cara perawatan. Perbedaan bahan pembuat tas kerajinan tangan akan membedakan cara perawatan tas tersebut. Tas yang terbuat dari plastik bekas kemasan lebih tahan basah dan lebih mudah dirawat daripada tas yang terbuat dari serat batang pisang.
Nah, jika ingin terlihat unik dan bergaya, mengapa tidak mencoba menggunakan tas kerajinan tangan ini?
Sumber : http://anneahira.com
January 18th, 2011 admin
Oleh: AnneAhira.com Content Team
Siapa yang tak membutuhkan tas? Bagi sebagian orang, tas bukan saja kebutuhan namun juga merupakan pelengkap penampilan.
Untuk memenuhi semua keinginan konsumen ini, para produsen tas mengeluarkan berbagai bentuk dan ukuran tas. Warna dan bahan pembuatnya pun bermacam-macam. Kita dapat dengan mudah menemukan tas yang terbuat dari bahan kain, plastik, jeans, parasut, kulit, atau bahan-bahan kombinasinya. Di antara tas-tas buatan pabrik itu ada tas-tas yang tampak unik. Tas-tas ini adalah tas kerajinan tangan.
Aneka Tas Kerajinan Tangan
Tas kerajinan tangan ini tak hanya terbuat dari bahan-bahan yang sudah umum, seperti kain atau kulit. Sebaliknya, banyak tas kerajinan tangan ini terbuat dari bahan yang tak umum digunakan seperti: plastik bekas kemasan, kain perca, daun pandan, eceng gondok, batok kelapa, serat nanas, tali tambang, kaleng, dan sebagainya.
Bentuk tas ini pun beragam. Mulai dari bentuk segi empat yang paling umum dan sederhana, hingga bentuk yang tak lazim. Bentuk tas kerajinan tangan yang tak lazim ini biasanya yang terbuat dari batok kelapa atau kaleng bekas.
Tas yang terbuat dari batok kelapa berbentuk bulat dan berukuran kecil sebagaimana bentuk asli batok kelapa. Tas seperti ini lebih berfungsi sebagai aksesori. Kalaupun bisa diisi benda-benda, tentu terbatas pada benda-benda kecil seperti dompet atau ponsel.
Namun, tas batok kelapa juga bisa berbentuk seperti layaknya tas dari bahan yang lain. Caranya, batok kelapa itu dipotong-potong terlebih dahulu dengan ukuran tertentu, baru disatukan kembali dengan menggunakan kawat atau tali kenur.
Penampilan tas batok kelapa ini tentu tak sepolos batok kelapa asli yang baru dikupas. Tas batok kelapa ini sudah tampil cantik dan eksklusif. Dicat dengan warna natural (gradasi cokelat dan krem) serta dipernis mengkilat dan ditambahi aksesori-aksesori kecil seperti bunga kering, biji-bijian, atau kancing sebagai pemanis.
Tas batok kelapa ini cocok sekali digunakan untuk menunjang penampilan yang bergaya etnik atau natural. Harga tas kerajinan tangan batok kelapa ini pun melambung tinggi dibandingkan batok kelapa yang hanya dijadikan sebagai bahan pembuat arang.
Demikian pula tas kerajinan tangan yang terbuat dari kaleng. Ukuran tas dari bahan kaleng ini lebih beragam karena kaleng-kaleng yang bisa dijadikan bahan baku pun mempunyai aneka bentuk dan ukuran.
Tas kaleng ini terlihat sangat unik dan kuat. Agar tak berisik, bagian dalamnya dilapisi dengan bahan yang lembut. Pembeli dan pengguna tas ini tentu tak ingin terdengar seperti pengamen jalanan dengan alat musik kecrekannya.
Kuatkah Tas Kerajinan Tangan Ini?
Jawabannya, relatif. Tergantung pada:
* Bahan pembuat tas. Tas dari bahan kaleng tentu memiliki kekuatan yang berdea dengan tas yang terbuat dari anyaman daun pandan.
* Cara penggunaan. Tas kerajinan tangan ini akan kuat dipakai dalam waktu cukup lama jika dipergunakan sesuai dengan kekuatannya. Tas yang terbuat dari eceng gondok, misalnya, sebaiknya jangan digunakan untuk membawa diktat-diktat tebal nan berat.
* Cara perawatan. Perbedaan bahan pembuat tas kerajinan tangan akan membedakan cara perawatan tas tersebut. Tas yang terbuat dari plastik bekas kemasan lebih tahan basah dan lebih mudah dirawat daripada tas yang terbuat dari serat batang pisang.
Nah, jika ingin terlihat unik dan bergaya, mengapa tidak mencoba menggunakan tas kerajinan tangan ini?
Sumber : http://anneahira.com
Subscribe to:
Comments (Atom)
